Sebuah Examine Ungkap Antibodi Melindungi Terhadap Berbagai Varian Virus Covid

Varian virus corona Filipina P.3 atau Theta dideteksi pada 13 Maret 2021 dan ditemukan pada sampel lokal di Filipina. Dikutip dari Rappler, walaupun belum cukup bukti tentang varian jenis Theta namun dapat berdampak pada kesehatan dan kemungkinan virus jenis ini lebih menular dibandingkan versi asli SARS-CoV-2. Varian Amerika Serikat B.1.427/B.1.429 atau Epsilon merupakan varian California. Dikutip dari CNBC, varian virus corona Epsilon ini diperkirakan menyumbang 52% kasus Covid di California, 41% di Nevada, dan 25% di Arizona. Tentu penamaan ini dilakukan oleh sekelompok ahli mitra dari seluruh dunia termasuk ahli yang merupakan bagian dari sistem penamaan juga ada, ahli nomenklatur dan taksonomi virus, peneliti dan otoritas nasional. Meski telah membuat pelabelan nama baru berdasar alfabet Yunani, WHO menegaskan nama-nama baru ini tidak mengubah nama ilmiah untuk berbagai varian baru virus corona yang selama ini masuk kategori VOC dan VOI.

Orang-orang yang terinfeksi penyakit ini pun telah menunjukkan berbagai gejala Corona, mulai dari ringan, gejala sedang, hingga parah atau kritis. Varian Iota adalah varian dari virus Corona yang ditemukan pada November lalu di New York, Amerika Serikat. Varian Delta sendiri disebut sebagai jenis yang menular lebih cepat dan mampu menghindari respons imun tubuh. Untuk gejalanya, varian yang satu ini memiliki gejala sama dengan varian alfa dan sebelumnya. Varian baru yang ditemukan ini diketahui 50% lebih mudah ditularkan dari varian yang sebelumnya. Menurut PHE, varian itu telah ditemukan pula di Amerika Serikat , Portugal , Jepang , Swiss dan India .

WHO mencatat berbagai peningkatan kasus sampai 49% varian B.117 yang bersirkulasi di Asia Tenggara. Vaksin sangat penting untuk memperlambat penyebaran virus dan mengurangi keparahan penyakit. Namun hal itu tergantung pada jenis kain, jumlah laipsannya dan kecocokan masker dengan masing-maing individu. Ketiga varian inilah yang diduga menjadi penyebab lonjakan besar kasus baru Covid-19 di sejumlah negara. Selain itu, beberapa riset juga menunjukkan vaksin COVID-19 dapat memberikan perlindungan terhadap virus Corona varian ini.

Namun ada juga pasien yang gejalanya berat sehingga membutuhkan bantuan dokter di rumah sakit. Genome sequencing merupakan upaya untuk mengetahui penyebaran mutasi virus SARS-CoV-2 atau COVID-19. Pakar penyakit menular atau epidemiolog mengatakan virus akan mengalami kecacatan atau mutasi kecil setiap kali berpindah inang. Varian virus corona Kappa merupakan varian baru yang terdiri dari mutasi ganda. Di India, yang melaporkan lebih dari 2,7 juta kasus infeksi, sub-garis keturunan B1617,1 dan B1617,2 ditemukan masing-masing pada 21 persen dan 7 persen dari semua sampel. B1617.1 dan B1617.2 terbukti resisten terhadap antibodi Bamlanivimab yang digunakan untuk pengobatan COVID-19, serta “berkurangnya kerentanan terhadap antibodi netralisasi” untuk B1617.1.

Physical distancing akan mengurangi laju penularan dan memungkinkan pasien terinfeksi untuk ditangani hingga sembuh, seperti di grafik terlampir. Saat sedang berbelanja di pasar, mulai kembali masuk kantor, ataupun sedang di area publik seperti halte dan taman. Jangan lupa untuk selalu pakai masker segera mandi dan ganti pakaian saat sampai di rumah. Selama vaksin belum ditemukan, cara terbaik untuk kembali beraktivitas adalah dengan menerapkan ADAPTASI KEBIASAAN BARU di tengah pandemi.

Varian Virus Covid 19

Seiring waktu berjalan, virus corona penyebab Covid-19 juga mengalami mutasi dan menimbulkan beragam varian baru. Kenali varian virus corona baik yang baru maupun lama dan pahami gejala serta cara mencegah penularannya agar tidak positif Covid-19. Menurut CDC, varian virus corona baru dari Afrika Selatan, Inggris, dan Brasil, tampaknya lebih menular daripada jenis virus corona asli. Pada 10 Mei 2021, WHO mengklasifikasikan virus ini menjadi variant of concern. Virus jenis ini juga termasuk salah satu virus yang paling mudah penularannya. Umumnya, orang yang terinfeksi varian ini dapat melakukan isolasi mandiri.

Varian virus corona Delta ini dapat dikatakan penularannya lebih cepat. Selama ini, penyebutan resmi sejumlah varian baru virus corona memakai simbol gabungan kode huruf dan angka. Ada four pelabelan yang telah ditetapkan WHO untuk menjelaskan 4 varian baru mutasi virus Sars-CoV-2 dan bertujuan menghindari stigma pada negara tempat varian ini dideteksi pertama kali. Selama ini, penyebutan resmi untuk sejumlah varian baru virus corona memakai simbol gabungan kode huruf dan angka. Sekarang, para ahli pun memberikan perhatian khusus pada virus varian dengan kode B1351 ini karena dianggap bisa menurunkan efektivitas vaksin.

Varian virus corona ini dapat dikatakan sama dengan varian B.1.352 yang mana ditemukan lolos dari netralisasi saat diinkubasi dengan antibodi yang dihasilkan dari gelombang pertama pandemi. Dengan sifat virus corona Covid-19 yang mudah bermutasi ini, penting untuk mencegah terciptanya varian baru yang berpotensi lebih ganas. Untuk menghambatnya, adalah dengan membatasi pergerakan dan mematuhi semua protokol kesehatan. Indonesiabaik.id – Organisasi Kesehatan Dunia mengumumkan nama-nama baru untuk varian virus corona SARS-CoV-2 yang terdeteksi di berbagai negara.